menu melayang

19 Desember 2025

5 Titik Kritis yang Harus Diperiksa Sebelum Beli DOC Ayam Kampung (No. 3 Sering Dilewatkan!)

5 titik pemeriksaan fisik sebelum membeli DOC

Sob, Saya punya cerita nih. Dulu, waktu pertama kali terjun ke ternak ayam kampung, saya pernah hampir menyerah. Gimana nggak, dari 100 ekor DOC (Day Old Chicken) atau bibit ayam kampung umur sehari yang saya beli dengan semangat, ternyata dalam seminggu ada 30 ekor yang “kop dar”. Uang jutaan seakan menguap, belum lagi rasa sedih dan frustasinya. Setelah ngobrol dengan peternak senior dan belajar dari pengalaman bertahun-tahun, ternyata kesalahan terbesarnya ada di awal: saat memilih DOC.

Kebanyakan kita, Sobat Peternak, fokusnya ke harga yang murah atau lokasi penjual yang dekat. Padahal, membeli DOC itu bukan seperti beli barang di pasar. Ini adalah investasi hidup yang akan menentukan nasib kandang kita untuk 5-6 bulan ke depan. Salah pilih, bukan cuma rugi materi, tapi juga waktu dan tenaga yang terkuras.

perbandingan fisik DOC Ayam Kampung

Nah, artikel ini saya buat berdasarkan jerih payah dan pembelajaran itu. Saya akan bocorin 5 titik kritis pemeriksaan fisik DOC yang wajib kamu lakukan sebelum mengeluarkan uang. Dan percayalah, poin nomor 3 itu yang paling sederhana, tapi paling sering disepelekan bahkan oleh peternak yang sudah berpengalaman sekalipun! Yuk, kita bedah satu per satu.

1. Mata: Jendela Kesehatan yang Paling Jujur

Hal pertama yang saya lihat selalu mata-nya, Sob. Mata DOC ayam kampung yang sehat adalah jendela pertama untuk menilai kondisinya.

Ciri-ciri DOC sehat bisa langsung kamu lihat dari sini: matanya harus bening, bulat penuh, dan terlihat bersinar. Saat kamu dekatkan tangan, mata itu akan melirik atau bereaksi dengan cepat, menandakan dia waspada dan aktif.

Nah, sekarang tanda bahayanya. Kalau kamu lihat mata DOC itu:

  • Keruh atau seperti berawan.
  • Setengah tertutup dan dia terlihat mengantuk terus.
  • Berenang (berair) atau ada kotoran lengket di sudutnya.

Itu alarm merah, Sob! Bisa jadi itu gejala awal penyakit pernapasan serius seperti snot (coryza) atau CRD (Chronic Respiratory Disease). DOC dengan kondisi mata seperti ini daya tahannya sudah sangat rendah. Membelinya sama saja dengan mengundang masalah ke kandangmu.

2. Pusar (Navel): Titik Lemah yang Sering Jadi Pintu Infeksi

Setelah mata, langsung tilik bagian pusarnya. Ini adalah bekas tali penghubung dia dengan kuning telur saat masih di dalam penetasan. Pemeriksaan pusar DOC ini krusial banget, Sob.

Pusar yang ideal itu harus kering sempurna, tertutup rapat, dan bersih. Tidak ada sisa-sisa lengket, apalagi berdarah. Pusar yang rapat menandakan proses penyerapan kuning telur (yang menjadi cadangan makanannya di hari pertama) berjalan sempurna dan proses penetasannya higienis.

Kalau kamu menemukan pusar yang:

  • Masih basah atau terasa lengket.
  • Terbuka (kamu bisa lihat bagian dalamnya).
  • Ada warna kemerahan atau bahkan berbau tidak sedap.

Hindari sejauh-jauhnya, Sob! Kondisi itu disebut omphalitis atau infeksi pusar. Itu artinya bakteri sudah masuk dan itu adalah penyakit yang sangat mematikan untuk DOC. DOC seperti ini jarang bisa selamat lebih dari 3 hari.

3. Kaki & Kuku: Penopang Masa Depan yang Sering Terlupakan

Nah, ini dia sang juara! Titik kritis yang paling SERING DIABAIKAN. Kebanyakan kita cuma lihat DOC yang lincah, tapi nggak memperhatikan kondisi kaki dan kukunya.

Sob, DOC ayam kampung yang beneran "Josss" harus punya kaki yang kuat, lurus, dan proporsional. Kukunya juga bersih. Coba kamu perhatikan cara dia berdiri dan berjalan (walau masih sempoyongan). Dia harus bisa berdiri tegak dengan baik menopang tubuhnya.

Sekarang, kenapa ini penting? Kaki yang bengkok, lemah, atau terlihat pincang sering kali disebabkan oleh kekurangan nutrisi (seperti Vitamin D3 dan Kalsium) pada indukannya, atau kondisi suhu dan kelembaban yang tidak ideal di mesin tetas. DOC dengan kaki bengkok (perosis) ini nantinya akan kesulitan untuk berjalan menuju tempat makan dan minum. Akibatnya? Pertumbuhannya terhambat, jadi kerdil, dan jadi sasaran empuk bullying oleh ayam lain.

Tips sederhana: Letakkan DOC di permukaan yang datar. Amati baik-baik. Jika dia oleng, terhuyung-huyung, atau salah satu kakinya terlihat tidak menapak sempurna, lebih baik cari yang lain. Percayalah, memilih DOC dengan kaki yang lurus adalah investasi untuk menghindari sakit kepala di masa depan.

4. Bulu & Kondisi Tubuh: Cermin dari Proses Penetasan

Titik keempat yang gak kalah penting adalah bulu dan postur tubuhnya, Sob. DOC yang baru menetas butuh waktu untuk mengering. DOC yang sehat akan memiliki bulu yang kering sempurna, halus, dan menutupi seluruh tubuhnya dengan rata. Kalau dipegang, tubuhnya terasa padat, berisi, dan hangat.

Nah, ini yang perlu diwaspadai:

  • Bulu yang masih basah atau lembap.
  • Bulu kusut dan tidak rata (ada yang botak-botak).
  • Tubuhnya terasa kurus, ringan, atau lembek saat dipegang.

Bulu yang tidak prima sering kali menandakan DOC itu lemah atau kondisi di mesin tetas terlalu lembab/dingin. Tubuh yang kurus bisa berarti dia tidak cukup kuat memecah cangkang atau memiliki cadangan energi yang minim. DOC seperti ini sangat rentan mati di hari-hari pertama karena kedinginan.

5. Suara & Aktivitas: Penanda Vitalitas dan Semangat Hidup

Yang terakhir, tapi pasti tidak kalah serunya: amati suara dan aktivitasnya. DOC ayam kampung yang sehat adalah petarung ulung sejak hari pertama. Mereka penuh rasa ingin tahu dan semangat.

Ciri-cirinya:

  • Lincah dan aktif bergerak, tidak diam saja di pojokan.
  • Bersuara nyaring, lantang, dan bersih (“citiip citiip!”).
  • Responsif terhadap gerakan atau suara di sekitarnya.

Sebaliknya, DOC yang diam melankolis, lesu, tidak bereaksi saat kandangnya diketuk, atau suaranya parau dan lemah adalah sinyal bahaya. Itu bisa berarti dia sedang stres, kedinginan, atau sudah terjangkit penyakit. Vitalitas di hari pertama adalah modal utama untuk bertahan hidup.

Kesimpulan dan Checklist Praktis

Sobat Peternak, memilih DOC ayam kampung yang sehat itu sebenarnya adalah seni observasi dan keberanian untuk berkata “tidak”. Jangan pernah malu untuk memeriksa satu per satu dengan detail sebelum membayar. Ingat, penjual yang baik dan supplier DOC terpercaya justru akan menghargai pembeli yang kritis seperti kamu.

Sebagai ringkasan, ini checklist cepat 5 titik kritis tersebut:

  1. Mata: Bening, bulat, responsif.
  2. Pusar: Kering, tertutup rapat, tidak bau.
  3. Kaki: Lurus, kuat, berdiri tegak (Sering Dilewatkan!).
  4. Bulu: Kering, halus, menutupi tubuh rata.
  5. Suara & Aktivitas: Lincah, bersuara nyaring.

Menerapkan pemeriksaan ini akan secara signifikan mengurangi risiko kematian DOC dan meningkatkan peluang kesuksesan ternak kamu.

Nah, kalau kamu ingin yang lebih praktis lagi? Di RumahAyam.com, kami sudah menerapkan standar seleksi ketat ini untuk setiap bibit ayam kampung unggulan yang kami kirim. DOC ayam kampung super pilihan kami hanya diambil dari indukan sehat dan melalui proses penilaian 5 titik kritis ini, plus jaminan hidup untuk ketenangan pikiran kamu. Jadi, kamu bisa fokus ke perawatan, bukan khawatir dengan kualitas bibit.

Masih ada pertanyaan seputar cara memilih DOC atau mau konsultasi kebutuhan ternak kamu? Jangan sungkan untuk hubungi kami langsung. Kami siap jadi partner ternak terbaikmu, Sob!

Salam sukses dari kandang!

Blog Post

Related Post

Back to Top

Cari Artikel

Popular Post

Label